Wajo, BentengNews.Com--Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PD IPHI) dan Pengurus Daerah Majelis Taklim Perempuan (PD MTP) IPHI Kabupaten Wajo periode 2026–2031 resmi dilantik di Sengkang, Sabtu (24/10/2026).
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang mengusung tema “Melestarikan Haji Mabrur Sepanjang Hayat untuk Kemaslahatan Bangsa.”
Ketua PD IPHI Wajo, H. Andi Rosman, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi, khususnya membina para alumni haji agar tetap menjaga kemabruran sepanjang hayat.
“Hari ini kita dilantik dan hari ini kita bertanggung jawab. Tugas kita di IPHI sangat banyak. Kita harus memahami bahwa Kabupaten Wajo adalah kota santri,” tegas Andi Rosman.
Ia juga berharap Islamic Center Wajo dapat dibenahi kembali dan dimanfaatkan sebagai kantor IPHI. Menurutnya, keberadaan kantor yang representatif akan menunjang aktivitas organisasi sekaligus mendukung pelaksanaan program pembinaan jemaah dan alumni haji.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah IPHI Sulawesi Selatan, Dr. Hj. Meity Rahmatiah, mengapresiasi kekompakan pengurus IPHI Wajo. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi jemaah setelah menunaikan ibadah haji agar nilai-nilai kemabruran tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Meity juga mendorong penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai salah satu upaya memperkuat pendataan, identitas, dan koordinasi antaranggota IPHI.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PD MTP IPHI Wajo, Hj. Fatmawati Andi Rosman, jajaran pengurus IPHI Sulawesi Selatan, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, perwakilan perbankan, serta alumni haji dari berbagai wilayah di Kabupaten Wajo.
Melalui kepengurusan baru dan pelaksanaan Rakerda, IPHI Wajo diharapkan mampu menyusun serta menjalankan program kerja yang berorientasi pada pembinaan alumni haji, penguatan ukhuwah Islamiyah, dan peningkatan kontribusi dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Dengan demikian, semangat haji mabrur tidak berhenti setelah kembali dari Tanah Suci, tetapi terus diwujudkan melalui perilaku, keteladanan, dan pengabdian kepada masyarakat.(*)
